Cari Blog Ini

Jumat, 08 April 2016

Pendapatan seorang trader forex profesional


Pendapatan Seorang Trader Forex profesional

hallo sobat trader yang selalu profit konsisten ..amin :) setelah beberapa hari dapat materi tehnikal analisis yang lumayan menguras pikiran yuk kita bahas yang ringan -ringan dulu , topik pembahasan kali ini adalah brapa sih pendapatan seorang trader yang sudah sukses (profesional )?

brapa ya hehehe admin ?

Seorang trader forex yang sudah profesional akan melakukan trading untuk dirinya sendri sobat biasanya sih gitu , hehehe ... mereka akan menjadi trader yang independent . tapi ada juga sebagian yang bekerja di perusahan broker,bank , institusi keuangan atau perusahaan investasi . Trading forex independent itu tidak harus sekolah tinggi low sobat ,yang perlu kita lakukan adalah belajar dengan giat baca artikel di gooinsta ini semunya trus latihan dengan disiplin itu syaratnya . tapi kalau mau menjadi trader nya perusahaan dan bank tetap harus menggunakan pendidikan yang tinggi .
Pendapatan seorang trader forex profesional
Di negara seperti amerika sana sobat, seorang trader forex minimal harus mengantongi sertifikat Commodity Trading Advisor atau Retail Foreign Exchange Dealer dari badan regulator pemerintah seperti National Futures Association (NFA). wah wah ternanya super sekali heheehe

Trus yang kita dapat saat kerja di broker atau perusaan lain apa min?

Jika sobat gooinsta bekerja untuk sebuah broker, institusi keuangan atau perusahaan investasi di negara Amerika Serikat, sebagai kompensasi Anda akan menerima gaji pokok (base salary) ditambah sejumlah bonus berdasarkan lama waktu kerja Anda (dalam satuan tahun), volume trading dan total profit yang Anda hasilkan selama periode tertentu. Menurut survey Biro Statistik Tenaga Kerja AS (yang merilis data Non-Farm Payrolls) per tahun 2010 rata-rata gaji pokok trader forex dan trader komoditi di AS adalah USD 60,980 per tahun, dan USD 104,000 per tahun bagi top ranking 10% (belum termasuk bonus). Trader berpengalaman bisa memperoleh gaji pokok antara USD 100,000 hingga USD 120,000, dan dengan bonus bisa mengantongi USD 150,000 hingga USD 250,000 per tahun.

wah wah wah besar juga ya sobat gooinsta :) coba kalau bisa trading sendri juga pasti lebih banyak lagi hasilnya betul tidak hehehe :) , keberhasilan seorang trader forex ada faktor pendukungnya lo sobat ,menurut bapak john McCarthy, managing director dan headof forex tradingdi ING capital markets , LLC, kwalitas seorang trader itu sangat di perlukan . apa saja kwalitas yang di butuhkan min ? seorang trader harus responsif terhadap market, mengetahui dan bisa menggendalikan situasi hehehe saat sobat gooinsta ikut bergabung jadi trader perusaan besar minimal gelar yang harus sobat kantongi adalah MBA atau PhD dalam bidang keuangan , ekonomi , matematik , atau fisika , tapi juga bisa sih kalau bisa berkwalitas dan membuktikan hehehe :) 

JAM kerja nya seorang trader di amerika sana bagaimana min ?

DI AS sana pekerjaan trading forex ini sudah jadi kebiasaan dan gaya hidup tersendri sobat. pasar nya buka jam 5 pagi senin waktu australia dan tutup jam 5 sore hari jumat waktu new york ,jika trading di pasar asia dan eropa sobat musti stanby jam4 sore sampai larut malam ,bagi seorang trader forex bekerja sehari 12 jam hehehe bukanlah itu luar biasa . anda memang di gaji untuk gaya hidup yang seperti itu sobat :) tapi tenang sobat sabtu dan minggunya boleh libur kok wkwkwk :) 

nah setelah sobat mengetahui tentang pendapatan dan jam kerjanya maka sobat sendri yang memutuskan akan berkarir di trading secara full time atau hanya sekedar sampingan semua bisa dilakukan . asal pemikiran baik dan selalu berusaha dengan keras niscaya akan jadi trader yang konsisten.

dan untuk memperlancar jalan sobat ke arah itu sobat bisa membaca dan terus belajar dari web gooinsta ini smoga bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam bidang trading forex ...

bersama gooinsta yesss 

Menyenangkan Analisa teknikal dengan Williams Percent Range


Menyenangkan Analisa teknikal dengan Williams Percent Range


Menyenangkan Analisa teknikal dengan Williams Percent RangeSelamat berjumpa kembali sobat gooinsta yang berbahagia , kali ini di posting ini admin akan membahas sedikit banyak tentang Menyenangkan Analisa teknikal dengan Williams Percent Range, langsung ke pembahasan tentang indikator ini yuk ... simak dan baca jangan sampai terlewatkan :)

apasih min indikator wiliams % itu ?

Williams percent range itu merupakan sebuah indikator yang memiliki jenis oscilator yang bergerak bolak-balik,dan memiliki fungsi untuk memberikan signal bahwa market telah mencapai puncaknya dalam sekala hitungan waktu (periode).indikator ini memiliki sekala 0 sampai -100 dimana kondisi ini digunakan sebagai alat penanda seperti indikator oscilator yang lain yaitu mengukur kejenuahan dengan range overbought adalah 0 sampai-20 untuk kondisi oversoldnya ketika range bernilai -100 sampai -80 ..

Min trus apa yang harus kita lakukan jika tahu adanya area itu ?

ok dengan area yang telah kita ketahui ini kita akan mengambil posisi sebagai berikut , oya sebelumnya asumsikan ada titik level tengah antara 0 sampai -100 yaitu level -50 , level -50 ini berfungsi sebagai garis pembatas perubahan trend jika level ini terlewati oleh garisnya .

  • jika garis -50 terlewati dari atas yang mana awal nya adalah berjalan dari level -100 menuju -50 dan melewatinya maka ini akan memungkinkan pemicu lanjut ke arah -20 sampai dengan 0 inilah yang bisa    di artikan perubahan arah menjadi lebih buy ... trend buy kuat
  • jika garis -50 terlewati dari bawah yang mana awal nya adalah berjalan dari level 0 menuju -50 dan melewatinya maka ini akan memungkinkan pemicu lanjut ke arah - 80 sampai dengan-100 .inilah yang bisa artikan perubahan arah menjadi sellnya kuat ,... trend sell kuat
nah min apa yang selanjutnya harus kita perhatikan ?
  • yang pertama perhatikan posisi garisnya di area mana jika si garis sudah berada di area bawah dan sudah mengarah naik menembus level -80 siap untuk melakukan buy dengan tidak meninggalkan sifat candle sebagai acuan.
  • dan yang kedua adalah perhatikan posisi garis yang ada di area mana jika garis sudah beradadi area atas dan sudah condong ke bawah menuju ke -20 dan menembusnya maka bisa di mungkinkan akan mengarah turun bisa melakukan sell entri dengan tidak melupakan candle sebagai acuan 
  • untuk yang ke tiganya adalah waspada dan tarik diri sejenakdari market sebelum arahan pasti menembus -50 dari bawah atau dari atas .. tetap lebih aman sobat gooinsta melakukan nya sesuai aturan yang pertama dan kedua 
Nah sobat gooinsta yang berbahagia bagai mana sudah lebih jelas bukan pembahasan tentang Menyenangkan Analisa teknikal dengan Williams Percent Range ini semoga menambah inspirasi dan wawasan sobat gooinsta setanah air dan menjadikan kita semua semakin konsisten trading nya amin amin yarobal alamin :) 

saya selaku admin dari gooinsta ini mohon undur diri dahulu tunggu bahasan admin yang lain dan jangan lewatkan pembelajaran yang lain mengenai indikator dan yang yang lain ....

sekian dan terimakasih kepada seluruh pembaca maupun keluarga gooinsta :) 

Kamis, 07 April 2016

Relative Strength Index - RSI

Relative Strength Index - RSI

Indikator teknik Relative Strength Index(RSI) adalah harga yang mengikuti oscillator dengan jangkauan dari 0 ke 100. RSI dibuat oleh Wilder, dia merekomenasikan untuk menggunakan RSI 14 hari. Seiring berjalannya waktu, indikator RSI 9 hari dan 25 hari juga semakin banyak yang mengetahui. Salah satu metode paling popular analisa RSI adalah melihat perbedaan dimana harga membentuk ketinggian baru dan RSI turun untuk melewati ketinggian sebelumnya. Perbedaan ini adalah indikasi pembalikkan yang akan segera terjadi. Jika RSI menurun dan jatuh di bawah pergerakan terbarunya, maka itu berarti RSI telah menyelesaikan "failure swing". Failure swing adalah konfirmasi pembalikkan yang akan datang.
Relative Strength Index - RSIRelative Strength Indexes dibedakan:
Tops and bottoms Relative Strength Index biasanya dibentuk diatar 70 dan dibawah 30. Biasanya membentuk Tops dan Bottoms di grafik harga;
Model Grafik Chart RSI sering kali membentuk pola grafik seperti Head and Shoulder atau segitiga yang terlhiat di grafik harga;
Failure swing (Terobosan Support atau Resistance) Ini adalah dimana RSI melewati ketinggian sebelumnya (puncak) atau turun dibawah kerendahan terbaru (melewati);
Level Support dan Resistance Level support dan resistance lebih baik terlihat pada grafik RSI kemudian grafik harga.
Perbedaan Perbedaan terjadi saat harga membuat ketinggian baru (atau kerendahan) namun tidak dipastikan oleh grafik RSI. Harga biasanya benar dan bergerak dalam arah RSI.

Kalkulasi

RSI = 100-(100/(1+U/D))
Dimana:
U - adalah jumlah rata-rata perubahan harga positif;
D - adalah rata-rata perubahan harga negatif.

cara menganalisa market dengan Parabolic SAR

Parabolic SAR

Indikator teknik Parabolic SAR dikembangkan untuk menganalisa tren pasar. Indikator dibuat dalam grafik harga. Indikator ini mirip dengan Indikator teknik rata-rata pergerakkan perbedaanya adalah Parabolic SAR bergerak dengan akselerasi yang lebih tinggi dan dapat mengubah posisi dalam hal harga. Indikator ditempatkan dibawah harga pada pasar Bull (tren naik) dan ditempatkan diatas harga pada pasar Bearish (tren turun).
cara menganalisa market dengan Parabolic SARJika harga melewati garis Parabolic SAR, indikator berubah, dan nilai berikutnya ditempatkan berlawanan dengan harga. Saat inidikator berubah, harga maksimum atau minimum dianggap titik pertama periode sebelumnya. Perubahan indikator adalah tanda bahwa tren sudah selesai (koreksi atau datar) atau akan berubah.
Parabolic SAR menentukan titik keluar pasar. Posisi beli harus ditutup saat harga jatuh dibawah garis SAR, posisi jual harus ditutup saat harga naik diatas garis SAR. Indikator sering digunakan sebagai garis Trailing Stop.
Jika posisi beli terbuka, garis Parabolic SAR naik, kemanapun arah yang diambil oleh harga. Panjang dari garis pergerakkan SAR bergantung skala pergerakan harga.

Calculation

SAR(i) = SAR(i-1)+ACCELERATION*(EPRICE(i-1)-SAR(i-1))
Dimana:
SAR(i-1) - adalah nilai indikator pada garis sebelumnya;
ACCELERATION - adalah faktor akselerasi;
EPRICE(i-1) - adalah harga tertinggi (terrendah) untuk periode sebelumnya (EPRICE=HIGH untuk posisi beli dan EPRICE=LOW untuk posisi jual). Nilai indikator naik jika harga bar saat ini lebih tinggi dari bullish sebelumnya dan sebaliknya. Faktor akselerasi (ACCELERATION) akan menggandakan di saat yang sama, yang akan menyebabkan Parabolic SAR dan harga untuk bersama. Dengan kata lain, semakin cepat harga naik atau turun, semakin cepat juga indikator mendekati harga.

Williams` Percent Range - %R

Williams` Percent Range - %R

Indikator teknik Williams Percent Range (%R) adalah indikator dinamis, yang menentukan syarat overbought atau oversold pada pasar. Williams Percent Range dan Stochastic Oscillator sangat mirip. Perbedaan satu-satunya adalah yang pertama memiliki skala naik turun dan Stochastic Oscillator memiliki smoothing internal.
Williams` Percent Range - %RNilai indikator dengan jangkauan 80-100% menunjukkan bahwa pasar Oversold. Nilai indikator dengan jangkauan antara 0-20% menunjukkan Overbought. Saat indikator berada dalam skala naik turun, nilainya biasanya menunjukkan simbol minus (contoh -30%). Selama analisa anda dapat mengabaikan simbol minus.
Seluruh indikator Overbought/Oversold mengikuti satu peraturan; bertindak sesuai sinyal saat terjadi perubahan harga. Contoh, jika indikator Overbought/Oversold menunjukkan kondisi Overbought, lebih baik menunggu sampai harga turun sebelum melakukan deal penjualan.
Indikator William Percent Range dapat melihat pembalikkan harga. Indikator hampir selalu membentuk naik dan turun dalam arah balik beberapa hari sebelum harga mencapai puncak dan menurun. Dengan demikian, William Percent Range membentuk naik dan turun beberapa hari sebelum harga naik.

Kalkulasi

Di bawah ini adalah rumus untuk kalkulasi indikator %R, yang mirip dengan rumus Stochastic Formula: %R = (HIGH(i-n)-CLOSE)/(HIGH(i-n)-LOW(i-n))*100
Dimana:
CLOSE - adalah harga penutupan hari ini;
HIGH(i-n) - merupakan ketinggian yang tertinggi dalam jumlah (n) dari periode sebelumnya;
LOW(i-n) - merupakan kerendahan terrendah dalam jumlah (n) dari periode sebelumnya.

Rabu, 06 April 2016

cara menganalisa market dengan Momentum

Momentum

Indikator yang mengukur perubahan harga instrumen finansial untuk periode tertentu disebut juga Momentum Technical Indicator. Ada dua metode utama penggunaan indikator Momentum:
Sebagai Oscillator yang mengikuti tren, mirim dengan Moving Average Convergence/Divergence MACD. Sinyal untuk beli terjadi saat indikator momentum membentuk dan memulai pertumbuhannya; sinyal untuk membeli terjadi saat indikator momentum mencapai puncak dan berbalik turun. Untuk perhitungan yang pasti dari pembalikkan indikator adalah rata-rata pergerakkan pendek yang digunakan.
cara menganalisa market dengan MomentumBerlanjutnya kecenderungan saat ini ditentukan jika indikator momentum sangat tinggi atau rendah nilainya. Jika indikator mencapai ketinggian dan kemudian menurun, diharapkan pertumbuhan harga lebih jauh. Namun, jangan terlalu cepat membuka (menutup) posisi sampai harga membuktikan sinyal indikator.
Sebagai indikator utama. Metode ini didasari pada anggapan bahwa fase akhir tren naik biasanya disertai dengan kenaikkan tinggi dari harga (karena setiap orang yakin dalam kelanjutannya) dan penyelesaikan pasar Bullish oleh penurunan tajam harga (karena semua orang mencoba meninggalkan pasar).
Saat pasar menutup turun disertai dengan terobosan cepat indikator momentum. Kemudian indikator mulai turun sementara harga terus naik dan bergerak horisontal. Dalam dasar pasr, momentum tiba-tiba turun kemudian berubah naik jauh sebelum harga naik. Dalam kedua hal tersebut, penyimpangan terjadi antara indikator dan harga.

Kalkulasi

Momentum dihitung sebagai rasio harga hari ini pada harga beberapa (N) periode lalu.
MOMENTUM = CLOSE(i)/CLOSE(i-N)*100
Where:
CLOSE(i) - adalah harga penutupan untuk bar saat ini;
CLOSE(i-N) - adalah bar harga penutupan beberapa periode lalu.

On Balance Volume - OBV

On Balance Volume - OBV

Indikator Teknik Balance Volume (OBV) adalah teknikal indikator momentum yang menghubungkan volume dengan perubahan harga. Indikator ini diperkenalkan oleh Joseph Granville, OBV dianggap sebagai indikator yang cukup sederhana. Jika harga penutupan bar saat ini lebih tinggi dari harga penutupan, volume bar saat ini ditambahkan pada volume OBV sebelumnya; jika harga penutupan bar saat ini lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya, volume saat ini dikurangi dari volume saldo sebelumnya.
Analisa On Balance Volume berdasarkan pada prinsip bahwa perubahan OBV mendahului perubahan harga. Menurut prinsip ini naiknya volume saldo menunjukkan bahwa para profesional melakukan investasi pada instrumen. Saat pelanggan besar melakukan investasi dana, OBV memulai pertumbuhan cepat.
Jika harga mendahului pergerakkan OBV, "non-confirmation" telah terjadi. Non-Confirmation dapat terjadi pada puncak pasar Bull (saat harga naik tanpa pertumbuhan OBV atau mendahuluinya) atau dalam dasar pasar Bear (saat harga mulai turun dan OBV tidak menurun atau mendahului).
On Balance Volume - OBVOBV berada dalam tren naik saat setiap ketinggian baru lebih tinggi dari yang sebelumnya dan setiap gelombang baru lebih rendah dari yang sebelumnya. Sama halnya dengan tren turun OBV yang dianggap penurunan sukses puncak dan gelombang. Saat OBV bergerak miring dan tidak membuat ketinggian dan kerendahan yang sukses, ini merupakan indikator yang menyatakan bahwa tren tidak ditentukan.
Jika tren berhenti, akan berada di posisi yang sama sampai terobosan terjadi. Terobosan tren akan terjadi dalam dua hal; saat trenberubah dari naik menjadi turun atau sebaliknya; dari tren turun menjadi naik.
Dalam hal kedua, OBV menjadi tidak terputuskan dan tetap seperti itu selama 3 periode. Jika tren berubah menjadi tidak terputuskan dan tetap seperti itu selama dua hari kemudian kembali menjadi tren naik. dalam OBV dianggap sebagai tren selama periode ini.
Saat tren OBV mengubah arah menjadi naik atau turun, "terobosan" terjadi. Terobosan OBV biasanya menginatkan mengenai terobosan harga dan investor harus menahan posisi beli jika OBV membuat terobosan naik dan penjualan jika BVI menembus turun. Posisi buka harus ditahan sampai perubahan harga.

Kalkulasi

Jika penutupan hari ini lebihbesar dari penutupan kemarin, maka: OBV(i) = OBV(i-1)+VOLUME(i)
Jika penutupan hari ini kurang dari kemarin, maka: OBV(i) = OBV(i-1)-VOLUME(i)
Jika penutupan hari ini setara dengan penutupan kemarin, maka: OBV(i) = OBV(i-1)
Dimana:
OBV(i) - adalah nilai indikator untuk periode saat ini;
OBV(i-1) - adalah nilai indikator periode sebelumnya;
VOLUME(i) - adalah volume bar saat ini.
Gooinsta bukanlah BROKER , kami TIDAK menerima investasi dalam bentuk apapun atau tidak pernah menjalin kerjasama dengan pengelola investasi manapun. Segala bentuk investasi yang mengatas namakan gooinsta bukan dari pihak gooinsta. Dan segala resiko yang di akibatkan oleh BROKER sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Trader.

Terima Kasih
gooinsta

Sering Dibaca